Festival Danau Sentani 2016: Merayakan Perbedaan, Meraih Kejayaan

Tags

, , , , , , , , , ,

Festival Danau SentaniRentak kaki dan detak tifa menyentak nuansa pagi di pesisir Pantai Khalkote, Distrik Sentani Timur, Tanah Papua. Puluhan penari dengan kostum sederhana berwarna kuning-oranye menyala, berderap di atas panggung seraya mengacungkan tombak dan busur panah ke udara mengikuti irama. Alih-alih lemah gemulai, gerakan mereka cenderung gagah, menyulutkan semangat; benar-benar mengejawantahkan Tari Perang yang sedang mereka bawakan.

[Read more…]

Two Feet and a Heartbeat Walking Tour: Mengenal Kota Perth Dengan Berjalan Kaki

Tags

, , , , , , , , , ,

Two Feet and a Heartbeat Walking TourAda banyak cara yang bisa dilakukan wisatawan untuk mengenal lebih dekat seluk beluk destinasi yang dikunjungi. Berjalan kaki menyusuri tiap sudut kota merupakan salah satunya. Seperti yang kami lakukan di hari pertama menjejakkan kaki di kota Perth. Bersama Ryan Zaknich dalam sebuah tur bertajuk two feet and a heartbeat walking tour of Perth and Northbridge, kami berjalan tak kurang dari 2 jam menyusuri ruas-ruas kota di tengah gigitan udara musim gugur Australia Barat di bulan April.

[Read more…]

Berburu Gerhana Matahari Total di Teluk Palu

Tags

, , , , , , , , , , ,

Betapa waktu berlari dengan sangat tergesa, dan kita (mau tak mau) ikut terbawa oleh ritmenya (meski kadang tak terasa).

Saya masih ingat ketika lima tahun lalu memijakkan kaki untuk yang pertama kali di Kota Palu. Kala itu, Bandara Mutiara lebih mirip seperti kantor kelurahan ketimbang sebuah bandar udara; namun juga sekaligus lebih “akrab”. Masih melekat dalam ingatan saat pesawat yang kami tumpangi hendak lepas landas, para kru bandara lantas berdiri berjajar di halaman landasan pacu seraya melambaikan tangannya. Saat itu jumlah maskapai beserta frekuensi penerbangannya belumlah sebanyak sekarang. Petugas yang sama bisa merangkap sebagai penjaga counter check in dan petugas pemeriksa identitas sekaligus saat boarding.

Betapa lima tahun adalah waktu yang cukup panjang bagi sebuah fasilitas publik untuk berbenah dan mematut diri. Tak hanya bersalin rupa, sejak Maret 2014, Bandara Mutiara yang kini sangat mirip dengan Bandara Internasional Lombok juga resmi bersalin nama menjadi Bandara Mutiara Sis Al Jufri.

Belumlah tamat kekaguman saya pada transformasi fisik Bandara Mutiara, saat memasuki terminal kedatangan, saya pun dibuat terpana dengan komposisi wisatawan mancanegara yang memadati areal bandara. Sejenak saya merasa seperti sedang berada di Bali saja. Seulas tanya lantas menari di udara: apakah bila Gerhana Matahari Total (GMT) tidak melintasi Sulawesi Tengah, pengunjung Bandara Mutiara akan tetap seramai dan seberagam ini?

[Read more…]

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,049 other followers