Tags

, , , , , , , , , , ,

La cucina picolla fala casa grande; a little kitchen makes a large home. -pepatah Italia-

Signora Pasta the Breeze

Lagu “Cintaku” milik Chrisye mengalun merdu hingga ke ambang pintu, melatari suasana lantai dua Signora Pasta at The Breeze. Bukan, lagu ini bukan mengalir dari alat pemutar musik. Adalah Giuseppe Coglitore yang memainkan keyboard sekaligus melantunkan liriknya dengan logat Italia yang khas. Lelaki paruh baya yang kemudian akrab disapa Chef Pino ini sengaja menyanyikannya untuk menyambut kedatangan kami, para food blogger, di eventnya yang bertajuk “Signora Pasta Bloggers Meet Up“.

Sungguh tak perlu waktu lama bagi Chef Pino untuk mengisap perhatian seluruh audiencenya. Lelaki kelahiran Italia berperawakan nyentrik dengan pembawaan humble ini ternyata merupakan pemilik dari Signora Pasta, restoran bernuansa Italia yang mengusung konsep masakan Italia ala rumahan sebagai menu utama. Berbekal pengalaman 10 tahun meracik pizza di Italia; bersama Ibu Maria, permaisurinya yang berdarah Palembang, Chef Pino mulai membangun Signora Pasta di tahun 2011 dengan Cirendeu sebagai lokasi pertama.

Signora Pasta

Signora Pasta The Breeze

Dengan mengusung diferensiasi lewat cita rasa yang autentik dan harga yang affordable, Signora Pasta dengan mudah mendapat tempat di lidah para pecinta Italian food; hingga tak perlu waktu lama bagi pasangan ini untuk merentangkan sayap bisnisnya. Hanya dalam kurun waktu empat tahun, Signora Pasta pun beranak pinak dengan lahirnya Signora Pasta di Bintaro entertainment center tahun 2012 dan Signora Pasta at The Breeze di tahun 2014.

Adalah sebuah keberuntungan bagi kami para food blogger yang hadir pada eventnya kali ini karena secara spesial, Chef Pino akan berbagi resep dan teknik membuat hand-tossed pizza; teknik yang sering digunakan orang Italia kala membuat pizza. Dari 30 blogger yang hadir, kami dibagi menjadi 8 kelompok yang masing-masing akan membuat pizza dengan topping berbeda.

Bersama my partner in crime travel, Rinta dan Winny, serta Hesti dari Innovate, kami berkolaborasi dalam satu kelompok untuk meracik Signora Pizza; salah satu signature dish dari Signora Pasta berupa pizza dengan topping saus tomat, daging asap, paprika, dan keju mozzarella. Tanpa tahu berapa takaran tepatnya, di hadapan kami kemudian tersaji beberapa gelas kecil dan mangkok berisi tepung terigu, pengembang, gula, garam, olive oil, dan air mineral.

Bahan-bahan pembuat pizza

Bahan-bahan pembuat pizza

Topping Signora Pizza

Topping Signora Pizza

Kami, trio travel blogger yang biasanya berhadapan dengan itinerary dan peta, serta masih anak bawang dalam menyandang predikat food blogger; kini harus dengan cermat mengikuti langkah demi langkah yang diinstruksikan langsung oleh Chef Pino. Disaat kelompok lain dengan piawainya sudah mencampur bahan dan mulai menguleni adonan, kami malah sibuk bertanya-tanya: “kalis itu apa?” 😯

Chef PIno terjun langsung mengajari food bloggers

Chef PIno terjun langsung mengajari food bloggers

Meski pizza buatan kami resmi menyandang predikat sebagai pizza terhancur di antara 7 kelompok lain, namun saya tak luput mencatat langkah-langkah yang diinstruksikan Chef Pino sebagai bekal untuk berlatih di rumah dan kelak (mungkin saja) membuka warung pizza sendiri. :mrgreen:

Berikut langkah-langkahnya:

  1. Tepung terigu dicampur perlahan dengan pengembang, gula, garam, olive oil, dan air mineral secara berurutan.
  2. Setelah adonan menyatu dengan sempurna, siapkan talenan untuk menguleni adonan hingga menjadi kalis. Please jangan tanya saya apa itu artinya kalis. 😉
  3. Adonan yang telah kalis dan berbentuk bulat sempurna selanjutnya dimasukkan ke dalam mangkok tertutup kain, lalu diamkan selama 10 sampai 20 menit hingga mengembang.
  4. Siapkan loyang yang telah dipulas dengan olive oil, lalu gilas adonan yang telah mengembang dengan rolling pin hingga menutupi seluruh permukaan loyang.
  5. Selanjutnya pulas adonan dengan saus tomat sebelum ditabur-hiasi dengan topping dan dipanggang dalam oven selama 15 sampai 30 menit.

Ternyata membuat pizza itu mudah sekali ya?! Hanya butuh lima langkah sederhana yang bahkan lebih mudah ketimbang bermain masak-masakan. 😎

Ternyata bikin pizza itu segampang bikin pecel :cool:

Ternyata bikin pizza itu segampang bikin pecel 😎

Meski gilasan adonan di loyang kami berbentuk tumpang tindih berantakan, ternyata setelah matang hasilnya tetap cantik menggugah selera. Pizza berkulit tipis dan renyah yang menjadi ciri khas Signora Pasta melebur bersama daging asap, paprika, dan keju mozzarella; menjelajah lidah dengan rasa asin yang tidak terlalu kentara. Mama mia lezatos!

Pizza terhancur yang pernah saya buat :-P

Pizza terhancur yang pernah saya buat 😛

Signora Pasta at The Breeze

The Breeze unit L-50, BSD City, Tangerang

Telp. 021 – 2958 0009

Twitter: @signorapasta

***

Dalam perjalanan pulang, dengan kondisi perut terisi kenyang, sempat terlontar tanya di sela tawa dan celotehan kami bertiga:

“Eh, kayaknya adonan kita tadi diganti sama yang baru, deh. Masa adonan hancur gitu bisa berubah mulus?!”

“ah, masa sih?”

“hmnn… iya juga yah…”

Advertisements