Mengecap Secangkir Fiksi di Kedai Filosofi Kopi

Kedai Filosofi Kopi

Apa yang lazimnya orang cari dari sebuah kedai kopi? Kelana rasa dalam pusaran secangkir kopi? Bubungan uap hangat yang menebar aroma wangi? Atmosfer yang nyaman untuk sekedar bertukar cerita dan bercengkerama? Atau nuansa kedai kopi yang hadirkan sensasi “melihat dan dilihat”?

Apa yang saya cari dari sebuah kedai kopi siang ini, lebih dari sekedar apa yang lazimnya orang cari dari sebuah kedai kopi.

[Read more…]

Berkenalan Dengan Mister Aladin, Teman Travel Terbaik

Aladin versi Indonesia: berkumis, berblangkon, dan selalu bawa monokel kemana-mana :D

Aladin versi Indonesia: berkumis, berblangkon, dan selalu bawa monokel kemana-mana :D

“Kami di Mister Aladin percaya bahwa traveling adalah sesuatu hal yang ajaib, sesuatu yang magical. Oleh karena itu, kami memiliki misi untuk menginspirasi setiap orang di Indonesia untuk menjelajahi dunia.” Demikian tutur James Prananto selaku Deputy Head of Travel Mister Aladin dalam event blogger gathering bertajuk “Kongkow Bareng Food & Travel Blogger” di Cafe Batavia, 23 April silam. “Dengan mengusung tagline sebagai teman travel terbaikmu, Mister Aladin berupaya untuk mengerti dan memenuhi semua kebutuhan traveling para Aladiners“.

Mister Aladin? Teman travel terbaik? Mau memenuhi semua kebutuhan traveling? Hiihh.. Emang ada ya teman travel yang segitu baiknya? Jadi penasaran, siapa sih Mister Aladin itu?

[Read more…]

Sehari Melarikan Diri Bersama Bidadari

Pulau Bidadari

Siapapun yang bersinggungan dengan Jakarta lebih dari 8 jam sehari, 5 hari dalam seminggu tentulah potensial dan rentan mengidap stres; entah itu warga kotanya, entah warga pinggir ibukota, atau bahkan para pendatang yang ratusan kilometer jauhnya dari kampung halaman.

Kemacetan yang semakin menggila, transportasi publik yang kian tak ramah, hingga polusi yang terus meracuni paru-paru menjadi tiga penyebab utama selain tingginya biaya hidup, rumitnya tuntutan pekerjaan, serta penghasilan yang tak kunjung mengalami perubahan. Maka tak heran bila sebagian dari mereka memilih melarikan diri dari Jakarta tatkala akhir pekan tiba.

Namun, terbatasnya durasi akhir pekan yang tak lebih dari dua hari membuat lokasi pelarian cenderung melulu tertuju pada 3B: Bandung, Bogor, Banten. Alhasil, membanjirlah kendaraan berplat B, berseliweran menyesaki arteri 3B; area yang jangankan pada akhir pekan, di hari kerja pun tak lepas dari kemacetan. Ibarat kata pepatah: “terlepas dari mulut buaya, masuk ke mulut harimau”; lepas dari kemacetan ibukota, hanya untuk bermacet ria di kota lainnya.

Continue reading

Aku Diponegoro: Sang Pangeran Dalam Bingkai Seni

Pangeran Diponegoro dan Raden Saleh

“Mbak…” Setengah berteriak, tergopoh-gopoh, seorang perempuan berpostur mahasiswa menghentikan langkah saya. “Sepatunya tolong dilepas ya Mbak, sembari dibaca aja keterangannya,” ujarnya lagi sambil menunjuk poster tulisan yang tersampir di sisi kiri pintu masuk.

Dingin yang menggigit seketika merambat melalui telapak kaki, ditingkahi aroma melati yang sayup-sayup mulai menyusup. Melalui taburan melati dan AC yang disetel lebih dingin, nuansa mistis seperti dipaksa hadir di ruang ini.

[Read more…]

Narasi Tentang Gua Terindah se-Asia Tenggara

gua gong

Tiap kali traveling bareng Mas Bayu, hampir tak pernah saya memasukan gua ke dalam itinerary. Apa pasal? Sebab travelmate saya itu (ternyata) memiliki fobia (yang aneh) pada gua; fobia yang baru terdeteksi sejak beberapa tahun silam, saat kami tengah menyuruk masuk ke rongga perut Gua Gelatik.

Waktu itu tiba-tiba saja Mas Bayu mengalami kepanikan dan minta diantar keluar. Padahal kami baru saja tiba di rongga perut gua setelah menyusuri batang tenggorokannya sepanjang puluhan meter dengan merangkak dan merayap.

Seumur-umur, belum pernah saya melihat raut takut yang begitu kentara di wajah Mas Bayu. Apa sebetulnya yang membuat air mukanya berubah?

[Read more…]

Sekelumit Tanda Tanya Perihal Neraca Satelit Pariwisata Nasional

Nesparnas

: Kepada Yth Bapak Arief Yahya

Sebelumnya ijinkan saya untuk memperkenalkan diri terlebih dulu. Nama saya Defi Laila Fazr, salah satu staf Bapak di Kementerian Pariwisata. Sampai detik ini kita memang belum pernah bertatap muka, Pak. Tapi setidaknya saya pernah berjumpa dengan Bapak dua kali. Pertama saat Bapak berkunjung ke setiap lantai untuk bertemu dengan seluruh staf baru Bapak; dan kedua saat Bapak bercengkerama dengan beberapa staf Bapak di kantin kantor, usai olahraga Jumat pagi. Dua pemandangan itu tidak pernah saya jumpai pada dua menteri pendahulu Bapak.

Read the rest of this entry >>

Seharian Telusur Gili Trawangan

Maraknya pemberitaan tentang kapal tenggelam sebelum waktu keberangkatan kami ke Lombok membuat rencana menyeberang ke Gili Trawangan menjadi maju mundur cantik. Mas Bayu yang kadang masih suka parno saat terbang, kini menjadi parno juga untuk menyeberang lautan.

Ke Lombok tanpa ke Gili Trawangan? Oh, yang benar saja! Konon kabarnya, sekarang ini Gili Trawangan sudah nggak seasyik dulu. Semakin ramai, padat, dan mulai kumuh.

Duh, apalagi nanti; tiga atau lima tahun lagi?!

Demi membujuk Mas Bayu yang masih ogah-ogahan, saya pun gencar mencari info supaya bisa membujuk dengan alasan yang masuk akal. Sialnya, cuaca ekstrem yang tengah melanda Indonesia ternyata juga turut menyambangi Lombok dan perairannya tanpa terkecuali. Hujan berintensitas tinggi disertai angin kencang membuat penyeberangan kapal cepat dari Bali ke Gili Trawangan sempat terhenti karena gelombang yang tinggi. BMKG bahkan meramalkan akan terjadi badai!

Duh, bagaimana ini? Speedboat yang lebih canggih aja nggak berani menyeberang, apalagi public boat dari Bangsal yang notabene cuma perahu kayu bermesin!

Read the rest of this entry >>