Tags

, , , , ,

Ada banyak alasan menggoda yang memanggil-manggil saya untuk mengunjungi Lombok nan elok. Kekayaan alam bawah laut dan alam atas lautnya yang masih baby -belum tercemar sana sini- adalah yang paling aduhai menurut saya. Sebagai pecinta kopi, sambal, dan pantai, buat saya, tak ada alasan untuk tidak ke Lombok. Pertama, konon katanya kopi luwak lombok itu tiada terkira nikmatnya. Sejak zaman kolonial dulu bahkan kopi ini sudah menjadi minuman favoritnya meneer-meneer Belanda. Membayangkan aroma kopi ini bila diseduh dengan air kelapa saja sudah mampu membuat basah bibir saya. πŸ˜† Kedua, konon katanya [lagi] cabai lombok itu super duper pedas. Saking pedasnya, satu buah cabai yang dipotong-cemplungkan ke rebusan mie instan sanggup membuat bibir jontor dan mata berair sekaligus. Wuihh..

Alasan paling menggoda tentu saja adalah keelokan objek wisatanya. Dan diantara sejumlah elok pesona alam yang ditawarkan, Pantai Pink Tangsi-lah yang paling ingin saya sambangi. Alasan sederhananya: karena pantai adalah kekasih saya, dan pink adalah alter ego saya. Dan saya mencintai keduanya. hhaha.. Alasan seriusnya: karena saya sangat menyukai pantai, sering mencumbui pantai, tapi belum pernah bertemu dengan pantai yang berpasir pink. Menurut fakta, pantai berpasir pink hanya ada tujuh delapan di dunia. Dua diantaranya ada di Indonesia, yakni Pink Beach di Flores dan Pantai Pink Tangsi di Lombok yang belum lama ‘ditemukannya’. Warna pink pada pasir pantai ini ternyata berasal dari pecahan karang merah. Dan [lagi-lagi] konon katanya, saat ombak menyapu, pasir akan berubah warna menjadi pink tua. Bisa dibayangkan betapa kecenya pantai ini, kan?! Maka dengan yakin saya katakan, saya pasti betah berlama-lama berjemur di pantai ini. Pun akan ikhlas-ikhlas aja kalau tuan matahari membakar-gosongkan kulit saya. :mrgreen: Last but not least, alasan mulianya utamanya kenapa saya ingin sekali pergi ke Lombok adalah karena saya ingin mempromosikan keelokan Lombok di blog catatan perjalanan saya tanpa lagi menggunakan frasa ‘konon katanya’. πŸ˜€

***

Catatan: Tulisan singkat ini diikut-sertakan dalam kuis-kuis-an ala depz. Foto diambil dari sini.

Advertisements