Tags

, , , , , ,

Pelancong mana yang gak akan tergiur dengan penawaran tiket penerbangan promo super duper murah berlabel ‘Free Seats’-nya AirAsia?! Apalagi kalau rute yang ditawarkan merupakan rute dalam daftar waiting list kota atau negara impian yang pengen kita kunjungi. Maka gak heran, kalau banyak orang rela begadang menunggu waktu peluncuran promo ini, yang diluncurkan tengah malam (11.00 pm), demi menemukan lowest fare sebelum keduluan pelancong lain. Yeah, lowest fare! Jangan dikira free seat itu benar-benar gratis yaa, karena kita masih harus membayar fuel surcharge dan airport tax, juga bagasi kalau ada, serta biaya pilih kursi kalau kita milih sendiri.

Dan saya adalah salah satu dari ribuan pelancong itu, yang terbawa euforia sewaktu tahu kalau AirAsia juga menawarkan free seat rute Jakarta – Ho Chi Minh City hanya seharga 297K. Huawoww.. Halong Bay tiba-tiba jadi terasa dekat. πŸ˜†

Berhubung ini pengalaman pertama saya berburu free seat AirAsia, sebagai bekal amunisi nanti malam, paginya saya terlebih dulu melakukan simulasi pemesanan tiket domestik. Ternyata untuk pembelian via web, pembayarannya cuma bisa pakai kartu kredit atau internet banking. Masalahnya sekitar tiga minggu yang lalu saya sudah mengosongkan tabungan saya di Bank BCA dan berniat membiarkan begitu saja sampai pihak bank menutupnya. Saya bisa saja mengisinya lagi demi kepentingan pemesanan ini, tapi masalahnya saya sedang berada di luar kota. Buku tabungan dan tokennya otomatis saya tinggal di rumah untung belum masuk tong sampah. :mrgreen: Dan demi keamanan finansial, saya tidak pernah tergoda dengan tawaran untuk membuat kartu kredit. Kalau sudah begini, opsi yang paling memungkinkan adalah pemesanan via call center dimana pembayarannya bisa dengan ATM atau mobile banking.

Setelah meraba-raba kalender akademik, waktu yang paling memungkinkan dan ‘aman’ untuk jalan-jalan adalah sekitar Bulan Agustus tahun depan. Yaa, berhubung ini tiket promo yang pesan-sekarang-berangkat-tahun-depan, jadi saya harus pintar-pintar merencanakan, mengatur jadwal. Sayangnya tiket Jakarta – Ho Chi Minh City yang seharga 297K itu gak saya temukan di Bulan Agustus. Adanya justru hanya di Bulan April – Mei dimana saya prediksi saat itu sepertinya saya sedang Ujian Tengah Semester.

Diambang kecewa, tiba-tiba saya kemasukan ide sedikit gila (baca: keren). Kenapa saya tidak memesan tiket Jakarta – Kuala Lumpur saja?! Dari sana, kan, saya bisa lewat jalan darat, mampir dulu ke Thailand dan Laos untuk bisa sampai Hanoi. Itu justru lebih kece bukan?! Saya jadi bisa keliling Asia Tenggara kecil-kecilan. Yeaayyy..

Pesan moral: Bukan hanya Roma yang ada banyak jalan menuju kesana, tapi juga Hanoi. Pokoknya dimana ada impian, disitu pasti ada jalan! :mrgreen:

Tanpa buang waktu lama, saya langsung meluncur ke tanggal dan rute dimaksud. Dan giranglah saya begitu mendapati baik pulang maupun pergi, saya menemukan keduanya at lowest fare. Yihaa…Β  Sambil joget-joget girang saya menghubungi call center AirAsia.

25 menit berlalu..

Pukul 11.55 pm masih juga belum ada jawaban.,

Pukul 12.01 am call center pun berlalu tanpa kesan, tanpa memberi saya kesempatan.

Call center hanya melayani pemesanan tiket sampai pukul 12 malam, dan akan mulai beroperasi lagi keesokan harinya jam 6 pagi. Sementara para pelancong lain masih berjuang dengan free seat dan destinasi impiannya via website, saya hanya bisa berdoa semoga tiket lowest fare yang saya temukan itu tetap berjodoh dengan saya. 😎

Pukul 05.58 am keesokan harinya, saya sudah siap dengan ponsel dan nomor telpon call center AirAsia tertera di layar. Line telpon masih juga padat sampai dengan jam 7 pagi, dimana saya harus siap-siap berangkat kuliah. Yaa sudahlah. Saya memilih bersabar, tetap berangkat kuliah dengan hati gelisah. Aihh.. Lebay dehh ahh.. :mrgreen:

Telpon baru bisa masuk ketika saya mencobanya lagi pukul 11 siang. Dengan renyah, saya dibuat kecewa mentah-mentah karena ternyata tiket yang dipesan via call center itu harganya jauh lebih mahal. Berkali-kali lipat. 😯 Padahal begitu saya cek di website, tiket inceran saya itu masih nangkring dengan aman disana. Katanya, sih, promo yang ada di website itu gak terbaca dari database operator call center. 😑

Haduh bagaimana ini yaa?! Saya terlanjur terbawa euforia, terhipnotis dengan rencana keliling Asia Tenggara. Harapan dan jalan satu-satunya adalah saya harus pulang untuk mengambil token sehingga terpaksa bolos kuliah keesokan harinya.

Apalah artinya jarak Bandung – Depok?!

Apalah artinya kuliah yang saya tinggalkan?!

Apalah artinya waktu dan uang yang…

ternyata sia-sia terbuang!!!

Apalah artinya saya pulang kalau ternyata saya mendapati token saya itu rusak!!! *tepok jidat*

Pontang-panting saya bergegas ke bank, berharap tokennya bisa segera diperbaiki. Pontang-panting saya berpacu dengan waktu karena harus kembali ke Bandung lagi sore itu juga. Dan tertawalah saya begitu mendengar jawaban teman lama saya, yang customer service bank, yang kebetulan melayani saya sore itu. Dia bilang token saya akan diganti dengan token baru dan baru bisa digunakan untuk bertransaksi setelah tiga hari, terhitung sejak hari itu.

Tahukah teman apa artinya itu?! Itu artinya saya harus ikhlas, untuk sementara waktu, menunda keinginan saya keliling Asia Tenggara. Tiga hari yang dimaksud akan jatuh pada hari senin. Sedang promo AirAsia berakhir di hari Minggu. Meskipun ketika (sekali lagi) saya intip di malam harinya, tiket inceran saya itu masih (saja) nangkring dengan aman disana, tapi tiket itu tak akan pernah berjodoh dengan saya. πŸ˜•

Sempet heran juga saya, kok bisa yaa tiket inceran saya itu aman berhari-hari, gak ada yang booking. Masa sih gak ada pelancong yang nemuin?! Atau, masa sih gak ada yang minat?! Secara tiket free seats AirAsia itu, kan, larisnya kayak sandal buaya. :mrgreen:

***

Tiga minggu setelahnya, giliran Batavia Air yang ngadain promo 88 ribu ke semua rute (*Syarat dan ketentuan berlaku). Berbeda dengan AirAsia yang periode promonya beberapa hari dan di launching pada malam hari, Batavia Air cuma sehari dan launchingnya di pagi hari, mulai dari jam 9 sampai jam 6 sore. Demi berburu tiket promo kali ini, saya (lagi-lagi) ikhlas-ikhlas aja bolos kuliah pagi. Harapannya sebelum jam 12 siang, tiket udah di tangan, dan saya bisa masuk kuliah siang.

Pukul 08.58 saya sudah standby di depan laptop, dengan website Batavia Air yang sudah terbuka berikut setting tanggal dan rute inceran saya. Kali ini destinasi saya jatuh pada Lombok, Surabaya, dan Ternate. Rencananya saya akan berangkat ke Lombok dari Jakarta, pulang via Surabaya karena saya pengen mampir ke Bromo dulu, lalu balik ke Bandung dengan kereta saja karena ingin menikmati pemandangan jalur selatan yang super duper spektakuler itu. Ke Ternatenya rencana akan berangkat sendiri, nanti ketemu sepupu saya yang sedang dinas disana. Cihuyy..! Baru menyusun rencana saja saya sudah girang tak berbilang. :mrgreen:

Pukul 09.00 teng, saya langsung buru-buru nge-klik tombol ‘Cari Penerbangan’.

5 menit berlalu..

15 menit..

Aihh.. Lama betul loadingnya! Saya buka di tab baru malah gak bisa masuk sama sekali. 45 menit berlalu saya langsung meluncur ke twitternya @bataviaair, mau ngintip dan mencari tahu, adakah pelancong yang sudah berhasil. Ternyata twitternya sepi-sepi aja tuh, cuma ada pemberitahuan kalau traffic situsnya sedang tinggi. Tapi, begitu saya coba search @bataviaair, keluarlah kicauan-kicauan yang menghujat dan memaki Batavia Air. Isinya rata-rata sinis dan kasar gitu. Ungkapan kekesalan dan kekecewaan karena websitenya susah diakses.

Saya kira menjelang Jumat-an trafficnya akan mendingan. Ehh, sama aja ternyata, tetap susah dibuka. Bayangin aja, dari jam 9 sampai jam setengah 1 saya standby, cuma berhasil 2 kali masuk sampai ke tahap pembayaran. Itupun belum sampai dapet kode bookingnya, udah error lagi. *tepok jidat* Ampun dehh. Saya nyerah! Mending berangkat kuliah.

Tapi kemudian.,

He?! Akses via aplikasi android lancar jaya yaa?! Haduh, tapi-saya-kan-gak-pake-android. Yaa pinjem aja kalee.. Gitu aja rempong! πŸ˜›

Begitu sampai kampus, dosennya sibuk ngejelasin, sayanya sibuk otak-atik android orang. Pesen tiket. Hhehe.. Gak sampe sejam, transaksi saya sudah beres, baik booking berikut internet banking. Lancar jaya deh pokoknya. Yaa., meskipun akhirnya saya gak kebagian tiket promo ke Ternate, tak apalah. Yang penting tiket Jakarta – Lombok – Surabaya sudah di tangan. Cuma 556K untuk dua orang. Bagaimanapun kesalnya saya pagi itu, pada akhirnya saya tetap berterima kasih pada Batavia Air.

Thanks Batavia Air untuk tiket promo dan pengalaman huntingnya πŸ˜€

Advertisements