Tags

, , , ,

Ask not what your country can do for you, ask what you can do for your country

Begitu kata John F. Kennedy pada rakyat Amerika. Kalau saya ditanya apa yang sudah saya lakukan untuk Indonesia, jawaban saya (sejujurnya) tidak banyak. Justru sebaliknya. Sebagai warga negara yang juga pegawai negeri, negara telah memanjakan saya jauh melebihi apa yang telah saya berikan untuknya.

Selain penghasilan rutin tiap bulan yang cukup lumayan, adakalanya saya diberi kesempatan untuk menjamahi sudut-sudut Indonesia dengan dinas ke luar kota. Tidak hanya itu. Baru-baru ini negara bahkan menyekolahkan saya secara cuma-cuma di luar kota. Itu berarti bukan hanya pengetahuan dan wawasan saya saja yang (semoga) akan meningkat levelnya, tapi juga pundi-pundi pengalaman akan semakin kaya.

Selalu ada hal baru yang bisa indera saya cicipi tiap kali pergi ke luar kota. Entah itu alam, kuliner, ragam budaya, dan atau adat istiadatnya. Ke empat hal ini, buat saya, merupakan magnet yang menarik untuk diketahui,Β  apalagi kalau sifatnya baru (bagi saya). Dan saya yakin, tidak sedikit jumlahnya orang-orang yang memiliki ketertarikan serupa seperti saya. Kamu tentu salah satunya, bukan?! πŸ˜‰

Sayangnya, saya tidak selalu memiliki kesempatan untuk melakukan perjalanan ke tempat-tempat yang ingin saya kunjungi. Keterbatasan waktu dan dana menjadi kendalanya. Sehingga tak jarang saya menghibur diri dengan menikmati pesona objek tertentu melalui tulisan dan atau gambar.

Dari browsing dan membaca buku-buku traveling itulah kemudian muncul ide untuk ikutan berbagi pengalaman perjalanan. Barangkali ada diantara kalian yang memiliki ketertarikan sekaligus juga keterbatasan seperti saya, sehingga membaca tulisan saya bisa menghibur dan ada manfaatnya. πŸ˜€

Sejak ide berbagi itu muncul, tiap kali ke luar kota saya selalu menyempatkan diri membuat catatan kecil untuk setiap fenomena dan objek yang saya jumpai. Memotret lebih banyak dan menyapa warga lokal lebih sering. Saya jadi lebih peka melihat dan mendengar apapun dan siapapun yang saya jumpai. Merasakan dan menikmati tiap sensasinya dengan seksama. Perjalanan saya pun kemudian menjadi lebih kaya makna dan cerita; sehingga semakin banyaklah yang bisa saya peroleh untuk saya bawa pulang sebagai oleh-oleh.

Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi digital, saya bisa memberikan oleh-oleh itu pada siapa saja yang membutuhkannya. Saya tinggal menuangkan setiap pengalaman perjalanan ke dalam tulisan, memilih-sertakan rupa-rupa foto terkait, lalu posting deh di blog. Jejak saya di tiap sudut Indonesia jadi bisa terlacak dengan mudah.

Yang saya perlukan hanya sebuah laptop yang tidak perlu canggih, asal bisa buat ngetik dan browsing. Koneksi internet yang tidak lambat. Sebuah rumah maya a.k.a blog. Sedikit waktu luang dan (yang terpenting) kemauan menulis.

Yang saya dapatkan? Banyak! Rumah maya saya sering kedatangan tamu dari berbagai penjuru. Nama saya jadi bisa mejeng sering-sering di search engine. πŸ˜† Bisa bergaul dan bertukar tulisan dengan blogger-blogger berbakat. Waktu luang jadi tidak sia-sia terbuang. Potensi menulis senantiasa tergali. Dan asyiknya, sesekali saya bisa ikutan kontes menulis bertema pariwisata, atau yang ada kaitannya dengan pariwisata, atau yang bisa dikaitkan dengan dunia pariwisata seperti kontes menulis yang digelar oleh Komunitas Ngawur, Pusat Teknologi, dan Blogger Nusantara ini.

Harapannya, tulisan-tulisan saya bisa menjadi referensi wisata, karena konon katanya ulasan blogger itu lebih dipercaya. Maka di setiap tulisan, saya selalu berusaha menampilkan kondisi yang apa adanya. Tidak berlebihan dalam memuji dan tidak keterlaluan kalau memaki. :mrgreen: Saya akan mengatakan ‘jorok’ atau ‘rusak’ jika memang begitu kondisinya. Dan tidak akan pernah merekayasa digital gambar agar terlihat lebih indah.

Kalau objeknya memang kece, maka saya akan berusaha untuk bisa menuliskannya semenarik mungkin sehingga dapat menghipnotis pembaca untuk membuktikannya. Dengan begitu (secara tidak sengaja) bukankah sebenarnya saya sudah sedikit berkontribusi pada negara dengan menjadi agen pemasaran (sukarela), mempromosikan pariwisata Indonesia?! :mrgreen:

Nah kan, sekali menulis, dua tiga manfaat terlampaui. Mikir apa lagi?! Ayo jalan-jalan dan berbagi tulisan perjalanan.. πŸ˜‰

Advertisements