Tags

, , ,

Niatan awalnya, saya pengen melewati detik-detik pergantian usia di Dieng Plateau, mengulang kembali cerita setahun yang lalu. Tapi secara kebetulan, pas lagi browsing, saya menemukan info wisata Pacitan yang langsung mencuri perhatian. Apalagi ternyata jarak Jogja – Pacitan itu berdekatan, masih bisa ditolerir jika berkendara dengan roda dua. Jadilah kemudian saya putar haluan liburan menuju Pacitan. 😆

Dari Bandung saya berangkat dengan kereta Lodaya menuju Jogja, yang harga tiket pulang perginya masing-masing saya beli hanya seharga 57.5K saja! Murah banget, kan?! Secara gak sengaja juga saya menemukan tiket promo ini di website PT KAI. Gerbongnya eksekutif pula. PT KAI tau aja kalau saya lagi ultah :mrgreen: *berasa dikasih kado*

Tiket Kereta Promo

Nih buktinya :p

Pemandangan sepanjang jalan menuju Pacitan sangat tidak membosankan secara rutenya melewati Gunung Kidul, salah satu kabupaten favorit kami. Sepanjang jalan kami disuguhi deretan ladang yang sedang menghijau dan perbukitan kapur khas Gunung Kidul. Semakin mendekati perbatasan Gunung Kidul – Wonogiri, semakin indah bukit kapurnya. Bayangkan ini yaa: bukit kapurnya membentuk gundukan sempurna bak gunung-gunung kecil di atas tanah lapang, berdiri secara tidak sejajar, seperti membentuk labirin. Disisi lain, menyembul puluhan gubuk-gubuk kecil, di luasnya hamparan sawah berlatar perbukitan di kejauhan. hmm.. kira-kira seperti itulah indahnya. Susahkah bayanginnya? Saya pun susah melukiskannya dengan kata-kata. Lensa kamera sekalipun gak akan sanggup merekam dengan sempurna apa-apa yang disaksikan mata. Sekali lagi alam mengajarkan saya dengan cara yang sederhana. Semakin bersyukur saya memiliki mata yang sempurna, sehat tanpa kaca. 😉

Warung sego pecel tempat kami sarapan ada live music-nya lho.. Keren!

Warung sego pecel tempat kami sarapan ada live music-nya lho.. Keren!

Ada mobil klasiknya juga

Ada mobil klasiknya juga

Setelah sempat kesasar dan melewati jalan yang lumayan mencurigakan, secara-jalur-antar-kota-tapi-kok-sepi-sepi-aja, giranglah kami begitu bertemu spanduk bertuliskan ‘Selamat datang di Pacitan, kota tempat Presiden SBY dilahirkan’ (kira-kira begitu bunyi spanduknya). Yihaa.. Akhirnya sampai juga. Dan semakin giranglah kami begitu melihat plang penunjuk arah ke Pantai Klayar. “Asikk.., udah deket nih”, pikir kami.

Tapi ternyata plang penunjuk arah itu menyesatkan, kawan. Sangat menyesatkan! Nyampe sih di Pantai Klayar, tapi kami disuruh berputar-putar dulu mengelilingi bukit yang akses jalannya tanjakan dan turunan mengerikan, yang kadang licin dan tidak jarang berantakan. Bahkan sempat pula diintip ular dari tepi jalan! Padahal kalau mau sedikit bersabar, ada akses yang lebih manusiawi untuk menuju Klayar setelah plang yang menyesatkan itu. Jadi kawan, hindarilah plang pertama menuju Klayar kalau kalian berkendara dari arah Wonosari – Wonogiri yaa. Dijamin bikin kapok deh kalau nekat lewat situ. *heran sama Pemda Pacitan*

Tapi lelah setelah bersusah payah itu musnah punah seketika begitu melihat Pantai Klayar yang sangat-sangat-sangat-indah! Ada banyak keistimewaan yang dimiliki pantai ini. Pasirnya cokelat muda bak bedak bayi, batu karangnya yang unyu-unyu sering dimirip-miripkan dengan Sphinx, terowongan karangnya yang bak seruling, juga air lautnya yang hijau kebiruan menggoda iman dan bikin galau berlebihan, secara ombaknya menari serupa tarian kematian karena tinggi setinggi pegunungan. Aihh.. *mulai berlebihan* Tapi begitulah kawan. Ombak di pantai ini memang tidak bersahabat untuk diajak bermain. Jangankan berenang, mau main kejar-kejaran pun saya segan. Keburu deg-degan duluan, secara ini pantai selatan. Menjelajahi batu karang yang terlentang menjorok ke laut pun dilarang karena ombak bisa saja tiba-tiba datang menerjang. Jadi begitulah kawan, memang sepertinya pantai ini ada hanya untuk memanjakan mata saja.

Pantai Klayar Pacitan

Note: harap maklum kalau tulisannya terkesan masih menggantung yaa.. memang masih belum selesai. saya paksakan posting karena ngincer tanggal 20122012, hhehe.. Nanti balik dari liburan akan saya lanjutkan 😉

Advertisements